Mancing Lauk , menyadiakan informasi yang tepat guna bagi pecinta pancing.

Berkley Trilene Big Game 

Monofilament Custom Spool

Price: $6.79 - $17.72

Okuma VS-605-20 Voyager

Spinning Travel Kit

 Price: $34.29

Okuma Avenger ABF Graphite

Bait Feeder Reel

Price: $33.99 - $64.95

Rapala Rattlin 05 Fishing Lures

Price: $3.97 - $7.59

1819 Plano XXL Storage Trunk (Camo)
From Plano

 Price: $35.98

Redington Clark Fork Mesh Fly Fishing Vest
From Redington

Price: $29.95 - $39.95 


Okuma Fishing TU-150 Tundra 15-Foot 

3-Piece Surf/Pier Spinning Rod (Large, White/Blue)
From Okuma

 Price: $34.99


Fishing Hat with Removable Sunshield by Dorfman Pacific
From Dorfman Pacific

Price: $11.95 - $15.95 

Tips Merawat REEL


Bagaimana cara kita merawat reel atau joran ,biar barang yang selalu kita pakai akan bertambah awet . Ada beberapa cara untuk membuat alat kita menjadi lebih awet .
Walaupun sebenernya material yang di buat sudah banyak yang mengandung bahan steel, ( anti karat ) tapi ini semua masih juga bisa berkarat kalau kita tidak pernah mencuci dan merawatnya .

CARA MERAWAT :
1. Peralatan yang kita pakai sesudah mancing , lebih bagusnya harus kita cuci dengan air biasa jangan di masukkan ke air atau di rendam. Kenapa hal ini tidak di perbolehkan ? Hal yang semacam itu ( alat reel ) kalau di rendam justru dapat membuat reel kita cepet rusak , pertama pada Ball Bearingnya , meskipu bahan dari stainlees . dan yang kedua bagian bagian yang bisa berputar akan tidak lancar . Sehingga bisa membuat reel kita justrulebih cepat rusak .

2. Penjemuran alat setelah kita cuci.
Hal ini akan lebih ketahuan jika kita mencucinya tidak bersih . sehingga akan timbul bercak bercak putih yang mengkristal ( air garam )

3. Reel atau joran yang sudah kita cuci , kemudian kita semprot pakai cairan kimia WD 40.
langkah yang terakhir setelah penyemprotan selesai , kemudian kita bersihkan pakai kain yang halus sampai betul betul bersih .

4. Perawatan pada Spool dan Benang PE , atau Braid
Langkah yang pertama kita ambil air hangat dan kita rendam , semakin kita mengulang perendaman ke air hangat akan lebih bagus .
Dan sebenernya ada cara yang lebih bagus dari itu , tapi hal ini memang lebih merepotkan kita untuk melakukannya . Kenapa ?
Hal yang semacam ini setelah kita selesai memancing , semua benang PE , atau Braid yang kita pakai , kita keluarkan ke penggulung lainnya . Dan untuk spool di cuci sendiri .
Ini akan membuat awetnya spool . Dan kita bisa leluasa membersihkanya , karena kalau benang yang kita pakai tidak pernah kita buka , atau membuka kalau benang kita habis , itu akan membuat semakin cepetnya korosi pada spool .Apalagi spool shimano navi , kita harus super extra untuk merawatnya , dan sering kita buka .

5. Pemaslinan atau mengasih pelumas pada bagian dalam reel .
Hal yang terakhir ini kita tidak perlu membuka setiap kita selesai mancing,tapi yang jelas kita akan lebih mengetahui kapan kita harus membuka dan menganti pelumas . Yang jelas jangan terlalu lama .Di samping kalau kita membuka kita bisa mengetahui kondisi onderdil dalamnya .
Baik Ball Bearingnya ataupun yang lainnya .

Tips Buat Umpan


 Umpan Hijau
Diklaim umpan ini baik dipergunakan pada sungai /kolam yang berair warna hijau dan berbau

Bahan-bahan :
2 sendok makan Umpan Tombro
2 sendok makan Susu bubuk
Santan Kara secukupnya
1 buah Ubi rebus yg sedang
1 buah Merah telur asin
2 sendok makan Air panas
Kroto secukupnya
1 kaleng Tuna merek Deho

Cara membuatnya :
Ubi rebus diparut, Tombro, susu bubuk, santan Kara dan Air panas diaduk menjadi adonan lalu masukan parutan ubi rebus dan tuna yang telah dihaluskan kemudian masukan kedalam kantong plastic dan dikukus selama 30~45 menit, saat memancing campurkan dengan kroto.
Umpan putih untuk harian

Bahan-bahan :
3 bks Katu Lampa
4 butir Telor ayam (merahnya saja)
1 kaleng Tuna tanpa merk
4 bks kecil Vanilla kristal
Ubi putih secukupnya

Cara membuat :
Telor ambil kuningnya saja, lalu campur dengan tuna tanpa merk. Berikutnya masukkan vanilla dan aduk hingga rata. Setelah rata ambil daun pandan dan dibuat buntalan lalu campur dengan bahan tadi. Berikutnya adonan tersebut kita masukkan dalam plastik transparan ukuran ½ atau 1 kg dan kukus selama + 30 menit.
Pada saat mulai mengukus sertakan juga ubi dan dikukus secara bersamaan. Namun pengukusan ubi harus lebih lama sekitar 15-30 menit dari adonan agar ubi benar-benar matang.
Setelah semuanya matang dan diangkat, masukkan ke dalam satu wadah. Berikutnya campurkan katulampa dan aduk bahan tersebut hingga merata. Jika dirasa belum menyatu anda bisa menambahkan sedikit air panas sampai didapat kelekatan yang anda inginkan.
Umpan untuk “Seharian”
Bahan-bahan :
1/4 kg ubi kuning
100 gram Bubur bayi Cerelac rasa pisang
3 ekor belut
5 tongkol jagung manis
1/4 pak keju Kraft
2 butir telur (kuningnya saja)
Susu murni secukupnya
50 gram mentega
1 kaleng ikan tuna
2 ons kroto

Cara membuat :
Ubi, belut dan parutan jagung manis dikukus terpisah. Untuk jagung kukus setengah matang saja. Parut ubi dan keju, haluskan daging ikan tuna dan daging belut. Campurkan semua bahan di atas tadi aduk hingga rata. Untuk kroto dicampurkan saat umpan akan dipakai.
UMPAN BISKUIT

Bahan-bahan :
1 bungkus Biskuit Roma kotak tawar
1 saset Susu bubuk
3 buah Ubi kuning uk sedang
1 kaleng sedang Tuna/Sarden

Cara membuatnya :
Ubi kuning dikukus lalu diparut, Biskuit dihaluskan, Tuna/Sarden dibuang bumbunya lalu dihaluskan, Campurkan semua bahan-bahan, pada saat mau mancing ditambahkan Kroto.

Teknik Memancing


Ada banyak teknik memancing, di antaranya casting, popping, jigging, dan trolling. Keempat teknik biasanya diterapkan di perairan lepas.
1. Casting adalah teknik memancing dengan cara melemparkan kail bersama umpan buatan (lure). Setelah beberapa saat umpan ditarik perlahan-lahan sehingga tampak berlengang-lengok. Ikan akan mengira umpan itu adalah mangsanya dan mulai mematuk.
2. Popping adalah teknik memancing dengan menggunakan umpan tiruan yang disebut popper. Pada jarak tertentu umpan ditarik sehingga bergerak di permukaan air sambil menimbulkan cipratan yang mengundang predator. Teknik ini biasa digunakan untuk memancing ikan permukaan.
3. Jigging merupakan teknik memancing dengan menggunakan jigs. Biasanya digunakan untuk pemancingan ikan di kedalaman (dasar). Mata kail dibiarkan sampai atau mendekati dasar air lalu ditarik ulur untuk memancing ikan mendekat.
4. Trolling adalah teknik memancing di atas perahu (boat) yang bergerak maju pada kecepatan tertentu. Kail dilempar ke belakang perahu sehingga umpan diseret sesuai gerak maju kapal.

Faktor Cuaca di dalam air laut


1. Suhu air laut

Suhu air laut sangat berpengaruh pada ikan, jika terlampau panas ikan akan lebih ke dalam laut atau ke tengah laut untuk mencari suhu yang lebih dingin, tetapi pada suhu yang agak tinggi ikan akan lebih agresif dalam mencari makan. Sedangkan jika suhu air laut terlampau dingin, ikan akan kurang dalam selera makan dan kurang begitu agresif. Suhu air laut daerah tropis berkisar antara 26 - 35 derajat celcius sedangkan pada daerah kutub bisa mendekati nol derajat celcius.

 2. Arus air laut
Arus air dipengaruhi oleh keadaaan laut sekitarnya. Banyak kejadian pada saat situasi angin lemah, arus air bisa kencang atau pada saat angin kencang arus air dalam laut justru lemah. Jadi arus air tidak dipengaruhi oleh angin.
Jika arus air laut kencang dapat terlihat pada mancing dasar oleh miringnya senar pancing ketika timah pemberat umpan pancing dan mata kail sudah menyentuh dasar laut. Kadang mata kail dapat bergeser sangat jauh atau bahkan tidak dapat menyentuh dasar laut. Keadaan seperti ini dapat diatasi dengan memberi pemberat yang lebih besar. Seperti layaknya udara, air laut bergerak dari yang bersuhu dingin menuju ke suhu yang lebih hangat. Pada daerah pertemuan kedua arus inilah biasanya ikan banyak berkumpul.

3. Kerjenihan air laut 
Faktor kejernihan atau kekeruhan air laut juga patut diperhitungkan. Kadang kekeruhan air yang buruk atau banyaknya sampah dapat menyebabkan ikan berkurang. Saat yang lebih baik adalah pada keadaan laut sekitarnya bening dan berwarna biru terang dan matahari bersinar terik. Kadang perbedaan warna laut bisa diakibatkan oleh sinar matahari yang redup atau terhalang oleh mendung, hal ini dapat menyebabkan air laut terlihat keruh.

Faktor cuaca memancing di laut


1. Matahari dan bulan
Terik tidaknya matahari pada siang hari kadang memengaruhi kegiatan ikan. Memancing yang baik adalah saat menjelang pagi atau subuh, dimana secara biologis ikan baru keluar dari tidurnya dan mencari makan. Diteruskan hingga siang hari teriknya matahari yang terus bersinar tanpa adanya mendung dan gelap.
Sedangkan di malam hari berpengaruh kepada ada atau tidaknya bulan. Pada malam hari memancing ikan yang baik adalah pada saat tidak ada bulan atau dengan kata lain pada saat tidak ada sinar. Karena air laut itu mengandung garam maka jika ada sinar bulan pada malam hari akan menyebabkan senar pancing yang ada di dalam air laut akan terlihat seperti menyala, itu diakibatkan karena adanya sinar atau cahaya dari atas permukaan air. Tetapi untuk memancing cumi-cumi atau udang lebih sering dilakukan pada malam hari justru disaat ada bulan adalah saat yang paling baik, karena hewan-hewan ini sangat tertarik kepada cahaya yang menyebabkan mereka mengumpul di permukaan laut disaat ada bulan. Itu sebabnya mengapa nelayan pada malam hari menggunakan lampu atau petromak untuk mencari ikan kecil, udang dan cumi-cumi.

1. Faktor angin, ombak dan awan
Kecepatan angin juga memengaruhi kegiatan ikan, karena besar tidaknya ombak adalah akibat dari tiupan angin. Dari tiupan angin akan mengakibatkan adanya ombak dan juga bisa berpengaruh kepada ada atau tidaknya awan. Jika memancing di tengah teluk yang curam disaat ombak besar ikan-ikan yang lebih kecil biasanya akan menuju ke teluk yang mengakibatkan ikan-ikan besar juga ikut ke dalam teluk untuk mencari mangsa.
Aliran angin juga tergantung dari cuaca dan musim. Jika mendung dan matahari terhalang atau redup, ikan laut juga biasanya akan berenang dan berada lebih kedalam air atau bahkan ke dasar laut. Disaat hujan atau musim hujan, ikan laut cenderung lebih sedikit karena salinitas air laut atau kadar garam pada air laut berkurang yang disebabkan oleh banyaknya air tawar yang terbuang ke permukaan laut juga ditambah oleh aliran muara sungai tempat air tawar terbuang ke tengah laut dan mengakibatkan ikan menuju ke tengah laut, ke dasar laut atau bersembunyi dikarang. Sedangkan jika hujan terjadi di tengah laut dan hanya sebentar apalagi ketika hujan baru reda kadang ikan akan bertambah lapar dan agresif.


Spoon dalam arti harafiahnya adalah sendok, namun dalam pemancingan laut umpan spoon dikenal sebagai umpan penarik perhatian ikan karena memiliki bentuk hampir sama dengan ujung sendok yang berbentuk lengkung. Biasanya spoon di buat dengan warna yang mengkilat dan bercahaya untuk memantulkan sinar matahari yang masuk dalam air. Pertama kali umpan spoon diketemukan oleh Julio T. Buel sekitar tahun 1848
Bentuk umpan spoon tidak selalu sama persis seperti sendok makan yang kita kenal, namun juga berbentuk lempengan kecil yang rata dengan pola cekung kecil di seluruh permukaannya juga ada
Namun secara garis besar penggunaan spoon dalam pemancingan adalah sama, yaitu sebagai umpan yang fungsinya memantulkan c ahaya matahari yang diterimanya dengan pola acak sehingga menarik perhatian ikan yang memakannya.
Bentuk umpan spoon ini sekarang juga dimodifikasi menjadi berbagai bentuk bukan hanya bentuk elipse seperti yang kita kenal namun juga memiliki bentuk segitiga dan macam – macam bentuk lain. Sekarang ini umpan spoon juga divariasikan dengan aneka bahan yang berwarna cerah yang terbuat dari latex dan ada yang mengkombinasikan dengan bahan dari bulu serta macam2 bahan lain yang tentu saja membuatnya lebih atraktif dalam menarik perhatian ikan.
Umpan spoon juga merupakan umpan favorit dalam pemancingan sistem trolling, karena bahan pembuatnya yang biasaya tipis dan ringan serta menarik. Dengan dukungan kecepatan perahu yang berjalan dengan kecepatan yang tepat umpan ini aan dapat melayang dan menghasilkan pantulan cahaya yang menarik ikan – ikan monster seperti Baracuda dan ikan Marlin
Penggunaan rangkaian umpan spoon dalam pemancingan sebaiknya menggunakan tambahan serat baja pada ujung senar agar sebagai penguat pada saat digigit oleh ikan predator, Mengingat tajamnya gigi ikan ini. Di rangkaian itu pula anda dapat menambahkan trebel hook sebagai pengait ikan. Dalam pemancingan casting yang mencari spot yang dalam, bisa saja anda menambahkan pemberat untuk membuat umpan spoon tetap melayang dan tidak mudah ikut arus air yang deras.
Perawatan umpan spoon ini setelah pemancingan laut adalah dengan merendamnya dalam air terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa – sisa garam yang menempel di permukaan spoon dan kemudian baru memolesnya dengan lap bersih yang menyerap air sehingga bebas dari titik air. Anda dapat pula memolesnya dengan berbagai obat pengkilap untuk mendapatkan pantulan warna yang lebih mengkilat, namun sebaiknya tidak terlalu sering agar tidak merusak lapisan monelnya.
Selamat memancing, salam strike..


Team Daiwa Advantage-A reels put a winning combination of strength, durability and ultra-smooth performance on your side. Six ball bearings (including anti-corrosion CRBB bearings), plus rugged computer die-cast aluminum construction make these reels ideal for both freshwater and saltwater use. The Long Cast X-Treme ABS System will let you reach distant hot-spots with the lightest baits and lures. And, when you hook up, count on the super-consistent sealed drag to provide reliable fish-stopping power.

Team Daiwa® Advantage™-A Features:

- Six ball bearing system including two CRBB corrosion resistant bearings
and a roller bearing
- Lightweight, rugged computer die-cast aluminum alloy body & cover
- ABS Machined Aluminum Spool
- Digigear™ digital gear design for speed, power and durability
- Washable design with sealed, water-proof drag
- Air Bail™ tubular stainless bail, strong yet light
- Lifetime™ Bail Spring
- Titanium-Nitrided ball bearing line roller
- Twist Buster II line twist reduction
- Infinite Anti-Reverse
- Free spare ABS aluminum spool

Model : TDA2500A
Action : Light/Medium
FW/SW Bearings : 2CRBB, 6BB, 1RB
Gear Ratio : 4.7 : 1
Line Per Handle Turn : 27.0"
Wt.(oz.) : 10.20
Line Capacity (Lb. Test/Yards) : 10.20 6/210, 8/170, 10/140
Max Drag : 15.4

CRBB = Super Corrosion Resistant Ball Bearing, BB = Stainless Steel Ball Bearing, RB Roller Bearing

fish


A fish is any gill-bearing aquatic vertebrate (or craniate) animal that lacks limbs with digits. Included in this definition are the living hagfish, lampreys, and cartilaginous and bony fish, as well as various extinct related groups. Because the term is defined negatively, and excludes the tetrapods (i.e., the amphibians, reptiles, birds and mammals) which descend from within the same ancestry, it is paraphyletic. The traditional term pisces (also ichthyes) is considered a typological, but not a phylogenetic classification.
Most fish are "cold-blooded", or ectothermic, allowing their body temperatures to vary as ambient temperatures change. Fish are abundant in most bodies of water. They can be found in nearly all aquatic environments, from high mountain streams (e.g., char and gudgeon) to the abyssal and even hadal depths of the deepest oceans (e.g., gulpers and anglerfish). At 31,900 species, fish exhibit greater species diversity than any other class of vertebrates.[1]
Fish, especially as food, are an important resource worldwide. Commercial and subsistence fishers hunt fish in wild fisheries (see fishing) or farm them in ponds or in cages in the ocean (see aquaculture). They are also caught by recreational fishers, kept as pets, raised by fishkeepers, and exhibited in public aquaria. Fish have had a role in culture through the ages, serving as deities, religious symbols, and as the subjects of art, books and movies.

About Me

Pengikut